Tampilkan postingan dengan label pasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pasar. Tampilkan semua postingan
2
Kegelisahan Hati Pasar Tradisional | [caption id="attachment_88" align="alignleft" width="184" caption="Foto by : noor w.i.p."]masak[/caption]

Salah satu hobby yang telah lama saya tekuni adalah memasak. Agak aneh memang tapi saat ini wajar kalau laki-laki juga punya hobby memasak, tapi jelas ditemani teman dekat saya tentunya. Satu hal yang saya senangi dari hobby ini adalah saat mempersiapkan bahan-bahannya. Dari mulai membeli sayuran, bumbu dan segala keperluannya, sampai memotong sayur dan menghaluskan bumbu.

Setiap kali membeli bahan-bahan untuk memasak terutama sayuran, saya lebih memilih di warung-warung kecil kalau perlu ke pasar tradisional. Sering teman dekat-ku bertanya "Kok ngak belanja di supermarket aja? kan lebih sayurannya lebih segar dan bagus, sejuk lagi" (iya sejuk, kan semua supermarket ber AC- pikirku). Dan jawabanku akan selalu sama "Aku lebih senang melihat senyuman penjual sayuran". Karena sering aku menjawab dengan kalimat yang sama, ketika dia bertanya lagi dan belum sempat aku jawab dia sudah menimpali, "Iya-iya aku sudah tahu jawabannya" (mulai berbakat menjadi cenayang).

Mungkin jawabanku sederhana tetapi saya memiliki alasan untuk demikian (mulai serius). Begini, bayangkan saja ada 13.450 pasar di Indonesia yang menghidupi 12.625.000 pedagang dan bila ditambahkan pedagang tradisional lain mencapai 17,1 juta pedagang. Jika setiap pedagang menanggung 3 orang anggota keluarga dan 3 orang pekerja ada 102,6 juta jiwa yang menggantungkan hidup dari hal tersebut.

Namun, apa yang terjadi akibat menjamurnya pasar modern? Dari beberapa data penelitian AC Nielson menunjukkan pasar retail modern meningkat dari 31,4% per tahun sedangkan pasar retail tradisional menurun 8,1%. Jika dibiarkan terus tentunya kita tahu apa yang akan terjadi. Dan dikemanakan 102,6 juta jiwa tersebut?

Bagi saya senyum kebahagiaan dari 102,6 juta jiwa ini lebih indah dibandingkan segarnya sayuran dan sejuknya AC di supermarket. Saya bukan anti supermarket, tetapi saya lebih senang melihat siMbok, pakDe, buDe, pakLek, buLek dan tetangga-tetanggaku tersenyum.

 

Referensi bacaan :

Ananta H. Pramono, Awan Santosa dan Phutut Indroyono, 2011, Menahan Serbuan Pasar Modern : Strategi Perlindungan dan Pengembangan Pasar Tradisional, LOS-DIY.

http://www.mudrajad.com/upload/pasr%20modern%20tradisional-KADIN-107-2998-18072008.pdf

http://www.smecda.com/kajian/files/jurnal/Hal_85.pdf

http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2010/09/22/pasar-tradisional-vs-pasar-modern-perjuangan-vs-mimpi/

http://www.mediaindonesia.com/mediaperempuan/read/2009/07/30/1937/9/Pasar-Tradisional-Vs-Pasar-Modern
readmore »
2
Pasar Malam dan Kegembiraan | [caption id="attachment_72" align="alignleft" width="150" caption="Foto by : noor w.i.p."]pasar malam[/caption]

Ketika saya berkunjung ke rumah teman dekat di daerah Sruweng, Kebumen, Jateng, beberapa hari yang lalu, diajaklah saya ketempat yang dinamakan pasar malam. Bukan hal baru bagi saya, atau lebih tepatnya sudah lama saya mengenal apa itu pasar malam.

Pasar malam ... apakah itu? gampangnya pasar malam adalah pasar yang melakukan transaksi barang dan jasa di malam hari. Di Indonesia dan beberapa negara tropis asia sering mengadakan pasar malam. Pasar malam bukan sekedar menjual barang kebutuhan sehari-hari saja, di Indonesia juga menawarkan jasa-jasa permainan, atraksi, dan tontonan yang menarik. Ada ombak banyu, komedi putar, tong setan (bukan tong yang diisi setan lho...) dan banyak yang lainnya.

[caption id="attachment_73" align="alignleft" width="150" caption="Foto by : noor w.i.p"]pasar malam[/caption]

Mengapa pasar malam? Kemajuan jaman saat ini menumbuhkan konsep bisnis yang lebih mendahulukan keuntungan sebesar-besarnya, yang merambah ke dunia hiburan. Bila kita lihat sekarang, dengan berdirinya konsep mall, yang saat ini juga menawarkan hiburan didalamnya, mulai menggeser kebutuhan hiburan masyarakat. Bagi kalangan tertentu akan lebih memilih ke mall untuk mencari hiburan dari pada ke tempat lain. Walaupun mahal.

Bagi kalangan menengah ke bawah, untuk memenuhi kebutuhan hiburan tentunya akan lebih memilih yang lebih murah. Pasar malam salah satu tempat yang menawarkan hal tersebut. Walau murah tetapi banyak hiburan yang ditawarkan. Kegembiraan lebih terpancar dari wajah mereka dari yang dewasa sampai anak-anak. Semoga kegembiraan ini tidak pernah terhapus.
readmore »